Keesokan siangnya, matahari Labuan Bajo naik tanpa kompromi, cuaca panas sekali sampai bahkan jika AC dipasang maksimum pun tak akan terasa. Laut berkilau, angin asin berembus pelan, dan desa Bajo itu kembali ke ritmenya yang sederhana dimana perahu kayu bergoyang ringan, anak-anak berlarian di dermaga, suara palu kayu beradu dengan tawa. Di antara semua itu, Kavin berdiri diam. Tatapannya menyapu desa dengan cara yang tidak biasa. Tidak seperti turis, tidak pula seperti investor yang menghitung untung. Ia mengamati jalur air, posisi rumah panggung, alur listrik seadanya, suplai air bersih, akses kesehatan, dan jarak tempuh ke daratan. Mata abu-abu itu bekerja tenang. Di sampingnya, Maverick mencatat tanpa banyak bicara. “Catat,” ujar Kavin, “akses air bersih adalah prioritas. Sistem p

