Xavera menatap sinis Tezza setelah pria itu mengejeknya. Akan tetapi, sikap Tezza 180 derajat berubah dari seperti biasa. Tezza bahkan berani untuk berbaring di atas paha Xavera. Pasokan oksigen Xavera seolah tersedot habis di dalam ruangan itu. Jantungnya berdetak tidak karuan, tubuhnya mendadak kaku dengan tindakan Tezza yang tiba-tiba itu. “Kau tidak akan mati karena jantungmu lepas, bukan?” tanya Tezza dengan sebelah alis terangkat menatap Xavera. Wajah Xavera kaku, tampak begitu tegang. Tezza mendengkus melihatnya dan segera mengangkat tubuh kembali duduk lalu menarik dagu Xavera agar menghadap ke arahnya. “Kau—bisa kaku juga? Ke mana jiwa tante ibliss yang sering sekali menggoda? Kau dirasuki oleh malaikat—sekarang?” Tezza kembali mengejek Xavera. Wajah Xavera merah padam. Wanita