75: FIRST NIGHT AT LANDSTRAßE

1382 Kata

“Li, sini. Om mau ambil obat dulu ke dalam,” ujar Wisnu. Untunglah ia cepat sadar dari keterkejutan. “Atau ayo ikut masuk, tangan ibumu diobati di dalam saja.” Sungguh, salah tingkahnya Wisnu benar-benar tak bisa ditutupi. “Emang Ibu kenapa Om?” “Ada lebah tadi, Ibu kaget. Nepis-nepis eh malah tangannya nyambar tanaman. Kebaret panjang nih.” Haya yang menjawab. Lia menahan kekehannya, menarik napas dalam agar kedua sudut bibirnya tak terangkat naik. ‘Lucu banget sih, sama-sama salah tingkah. Tau gitu tadi gue diemin.’ “Lebah emang gitu, Bu. Suka dekatin bunga yang cantik. Terus bunganya jadi salah tingkah,” sindir Lia, berusaha sedatar mungkin. “Iya kan, Om?” lanjutnya pada Wisnu, mencecar terselubung. Wisnu hanya terseyum, namun netranya melirik ke Haya. “Ayo, Li, Haya. Nanti infeksi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN