Ahmad mengantre beberapa orang di belakang Ikhsan. Raut wajahnya penuh tanya sambil menatap ke arah depan melihat kedekatan Ikhsan dan Bulan yang tak berjarak itu. Lagi -lagi Ikhsan mendekatkan wajahnya pada Bulan dan mereka saling menempelkan kedua pipi mereka walaupun Bulan memakai cadar. Ternyata bukan hanay Ahmad saja yang melihat pertunjukkan super bucin itu. tapi bahkan smeua orang yang ada di Kantin itu yang mengenal Ikhsan tentunya. Mereka semua bertanya -tanya akan sosok gadis yang berada di depan Ikhsan saat ini. Ikhsan kembali berbisik pada istri kecilnya dan menunjukkan beberapa menu makanan yang tertulis di sana denagn bahasa yang sama sekali tak di mengerti Bulan. "Lihat itu ... Kamu ingin mencoba makanan apa? Tadi katanya lapar mau jajan. Sekarang kamu boleh pilih apa saj

