c.26

531 Kata

Sarapan pagi bersama Ikhsan di Kampus tempat suaminya mengajar itu penuh dengan drama. Tahu akan seperti ini Bulan memilih untuk tidak ikut dari pada harus menelan pil kecewa dan cemburu yang berlebihan. Mau tidak mengakui rasa itu tapi rasa cemburu itu benar -benar hadir menyelimuti hati Bulan. Mau menyangkal rasa cinta itu belum hadir di diri Bulan. Tapi Bulan merasa aman berada di dekat suaminya. "Enak kan?" tanya Ikhsan pada istrinya yang sejak tadi banyak melamun sambil menatap Ikhsan. "Hu um ... Enak By," jawab Bulan seperti terkejut sambil menyuapkan nasi kebuli itu ke mulutnya. Daging unta rasanya benar -benar enak dan ini sangat empuk sekali. Setiap gigitannya memberikan sensasi yang luar biasa di dalam mulut Bulan. "Kamu melamun? Lagi mikirin apa?" tanya Ikhsan pada istrinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN