BAB 35

670 Kata

Ruang tamu itu sunyi, hanya suara kipas angin yang berputar pelan di langit-langit. Lampu kuning redup membuat bayangan di dinding tampak lebih panjang dari biasanya. Mereka duduk berhadapan, satu di kursi kayu dengan bantalan tipis, satunya lagi di sofa yang sudah agak usang. Ketegangan terasa jelas, seperti ada sesuatu yang belum selesai di antara mereka. “Jadi katakan padaku bagaimana caramu memaksa John memberikan alamatku di Jepang kepadamu. Aku sudah melarangnya memberitahumu dan aku yakin dia tidak memberikannya begitu saja,” ucap Ayaka dengan nada datar, matanya menatap lurus tanpa berkedip. “Tentu saja tidak. Tapi aku juga bukan orang yang gampang menyerah,” jawab William lugas, suaranya tenang tapi ada sedikit nada bangga. “Jadi apa yang kaulakukan?” tanya Ayaka lagi, kali ini

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN