Arman membuat Alin nyaman bersama dirinya, tidak seperti Barry yang terbilang cuek, tidak sekalipun dia menunjukan sikap romantis dan membuat Alin nyaman berlama-lama dengan suaminya sendiri. Selesai nonton, keduanya pulang. Beberapa saat keheningan menyelimuti tapi Arman tidak bisa berlama dalam kondisi seperti itu. "Apa mau mampir beli cemilan?" Arman membuka percakapan. Meski keduanya sudah dalam kondisi perut kenyang. Alin yang sedang melamun menatap luar lewat jendela mobil tersentak dan menoleh ke sumber suara. "Tidak, aku hanya ingin pulang dan beristirahat," jawab Alin. Arman tidak mengindahkan ucapan Alin, dia justru membelokan mobilnya menuju daerah yang lebih tenang. "Kenapa ke sini?” tanya Alin bingung saat mobil yang Arman kendarai berhenti di dekat pantai. "Ada yang