“Maafin Tante sama Om, ya? Elang pasti takut ya karena kita tadi teriak-teriak?” Audri meminta maaf dengan tulus, menemani Elang tidur di atas kasur. Elang menatap Audri lekat-lekat. Mata bulatnya tak berkedip sama sekali. “Kenapa Tante nggak ngebiarin Elang tidur di rumah sakit aja sama Mama?” “Soalnya ini udah malem. Elang harus tidur kan?” “Tapi kenapa Tante mau nemenin Elang? Tante kan… bukan mamanya Elang?” Deg! Belaian tangan Audri di rambut Elang terhenti seketika. “Kenapa? Kenapa aku nggak kesal sama Elang padahal dia jelas-jelas anak om Aslan sama cewek itu? Bukannya harusnya aku juga kesal sama anak ini?” batin Audri bertanya-tanya. Ia kembali menunduk, menatap mata Elang lurus-lurus. “Tante juga nggak tahu kenapa,” balasnya apa adanya. Elang terlihat tak puas dengan jawaba