“Halo, Om?” sapa Audri begitu ia menempelkan ponsel ke telinga. “Kamu di mana? Aku nungguin dari tadi di rumah sakit tapi kamu nggak datang-datang.” Suara Aslan di ujung telepon terdengar kesal sekaligus khawatir. “Ah, aku….” Audri menoleh pada Arkan yang asik menikmati makanannya. Pria itu tersenyum manis saat Audri menatapnya. Audri buru-buru mengalihkan pandangan. “Lagi di luar sama temen.” “Kenapa nggak bilang kalau bakal telat ke sini?” Aslan mulai terdengar semakin kesal. Audri mendengus, ikutan kesal. “Emang nungguin?” sindirnya tajam. Pemandangan di ruang rawat Agnes kembali berkelebat di benaknya. “Apa, Audri?” Aslan jelas menangkap nada menantang dalam suara Audri. Dan ia tak suka itu. “Emang nungguin aku?” “Apa maksud kamu nanya gitu? Jelas-jelas aku minta kamu buat datan