Kehangatan Rumah Baru

2306 Kata

Mas Alvin mengangkat tvuhku perlahan ke atas kasur empuk yang wangi dan bersih. Kamar itu cukup luas dengan meja rias dan terdapat make up di atasnya, ada lemari geser besar dan ada meja kerja di samping jendela, aku merasa hidup di kamar ini dan aku merasa sumber kekuatan masuk ke dalam diriku. “Yank…mas kangen banget…pengen rasanya tiap saat bebas peluk kamu, cium kamu gini…” bisiknya memelukku dengan erat di atas kasur dan menatap wajahku lekat. Sorot matanya penuh kerinduan. Aku hanya tersenyum getir. Takdirku tidak bisa di ubah, aku adalah seorang anak yang tidak di inginkan orang tuanya, dan yang terparah aku dari keluarga miskin. Jadi, tidak ada yang bisa aku persembahkan untuk membuat pria hebat di pelukanku ini untuk memilihku. Itu sebabnya aku belajar menerima semua takdirku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN