Kacau Balau

1618 Kata

Aku menghela nafas panjang, melihat ponselku yang belum juga mendapat balasan pesan singkat dari mas Alvin, di tambah mas Reza juga belum kembali ke rumah. Aku melangkah menuju dapur untuk mengambil air mineral, tiba-tiba tenggorokan ku terasa kering. Terlebih suara chat group semakin ramai dan tiada henti berdentang. Aku kembali membuka chat group dengan jantung berdegub kencang. “Malam ter aneh deh, atau jangan-jangan pak Alvin lagi ngerayain ulang tahun makanya lama?” “Kaga! Ulang tahun pak Alvin bukan bulan ini…” “Dih! Kok kamu tau, Dyngg?” “Aku pernah lihat data diri pak Alvin waktu suamiku buat laporan….” “Ehh laporan apa? Mau nikah kah?” “Bukan, tentang nikah…” “Ada yang tahu secantik apa pacar pak Alvin?” “Kenapa jadi bahas pacar pak Alvin?” “Aku yakin pak Alvin ngerjain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN