“M-mas Reza?” Tanyaku dengan wajah pucat dan bibir gemetar, suaraku? Jelas saja gagap. Untung saja situasi di kamar itu temaram jadi bagaimana raut wajahku yang sudah pasti saat ini pucat itu tidak terlihat dengan jelas oleh mas Reza. “Kok kaget gitu, kamu?” Suara itu terdengar sinis bertanya padaku. Aku mencoba menghela nafas panjang dan segera menyembunyikan ponselku di balik bantal. “Aku itu baru mau tertidur tadi, Mas. Udah pas mau mejam banget, makanya aku kaget pas ada yang buka pintu…” jawabku sambil melirik ponsel yang kembali memantulkan cahaya nya di balik bantal yang belum terlaluu rapat aku tutup. Pantulan cahaya itu pertanda ada yang sedang menghubungi, dan aku tahu itu mas Alvin. “Hmm, yakin kamu tadi mau tidur? Kayaknya aku dengar tadi suara kamu lagi telponan?” Ucap suar

