Bab. 11 Serangan Mendadak

1312 Kata

Bab 11. Serangan Mendadak. Luca mengangguk. “Aku pikir begitu.” Rafael berbalik menatap Elara. Tatapan itu menembus. “Elara,” katanya pelan, “kau tahu sesuatu?” Elara menahan napas. Ini untuk pertama kalinya, ia tidak yakin bisa memberikan jawaban yang aman. “Kenapa kamu kelihatan pucat,” Rafael berdiri di depan pintu kamar Elara sambil menahan napas berat. Nada suaranya rendah, lebih seperti gumaman yang ditahan. “BOS! KITA DI SERANG!” salah satu anak buah Rafael berteriak dari bawah. “Sial!” Luca langsung berlari dan meminta Rafael pergi ke gudang selatan. Namun, Rafael menolaknya. Dengan cepat ia mengokang senjata dan berlari ke belakang. Elara bergeming kaget. Luca pun terperangah, akan tetapi ia cepat menyusul. “Perintahkan semua pelayan sembunyi di tempat biasa, sampai ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN