Bab 10. Tanda di Leher

1259 Kata

Elara menutup mata. Ia sudah menduga hal ini, hanya tidak menyangka datang secepat ini. “Diubah bagaimana?” “Kamu tidak perlu cari bukti ilegalnya dulu.” “Lalu apa?” “Kita butuh kedekatan. Lebih dalam.” Suasana hening. Tiada bantahan, hanya helaan napas berat yang terlepas dari mulut Elara. Elara jongkok merapat ke balkon, ia meremas lutut. “Maksudnya sampai sejauh apa?” “Sejauh yang dibutuhkan.” Tanpa sadar Elara memaki. “Atasan sialan. Apa maksud Bapak aku harus tidur dengan dia?” “Tidak harus begitu. Namun jika kedekatan emosional bisa membuatnya lengah, kami tidak melarang.” Elara membelalakkan matanya “Dia bukan orang sembarangan. Dekat sedikit bisa bikin kehilangan nyawa.” “Karena itu kamu dipilih. Kamu bisa mengendalikan diri.” Elara nyaris tertawa. “Kendalikan diri? Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN