Bab 55. Sisi Ayah “Itu yang gak aku mengerti. Kenapa dia tiba-tiba ada di sana?” potong Luca. “Oh s**t! Dia pengkhianat. Cari orang dalam yang kau kenal. Bunuh b******n tengik itu. Jangan sampai dia membuka mulut!” “Tapi, kenapa kamu nuduh dia, Bos?” “Nanti ku jelaskan! Dia bukan ditangkap. Itu perangkap. Cari dia?” Ponsel Rafael kembali bergetar. Bukan dari Luca, tapi dari nomor yang tidak dikenali. Suara di seberang garis membuat darahnya membeku. "Mana Anakku? kita perlu bicara." Jonathan Saksena. Suaranya tegang, hampir tak terkendali. Rafael menekan telepon ke telinga, suaranya mendesis penuh kebencian. "Kau berani meneleponku? Setelah semua yang kau lakukan?" "Dengarkan, Rafael. Ini bukan tentang kita. Ini tentang Vania. Dia bersamamu, kan?" “Jangan sok tahu dan sembarang

