Bab 54. Awal Kejatuhan "Luca?" Rafael menegakkan tubuhnya dengan cepat, menyembunyikan ketegangan yang muncul tiba-tiba. "Apa kau sudah lama di sini?" "Baru datang," jawab Luca, matanya menyapu pintu besi tertutup di ujung koridor. "Aku dengar suara dari dalam. Siapa di situ?" "Itu, eh, kayaknya tikus," ucap Rafael, berusaha suaranya datar. "Tempat ini kotor. Aku sudah pasang perangkap. Mereka berisik." Luca mendekat, raut wajahnya tak percaya. "Tikus? Suaranya seperti gerakan manusia, Bos." "Kau salah dengar," potong Rafael, melangkah menghalangi pandangan Luca ke arah pintu. "Ada apa? Bukankah kau seharusnya jaga tempat baru kita di pelabuhan." "Ada masalah, Bos." Wajah Luca berubah masam. "Jalur kargo ketiga kita kena razia polisi tadi malam. Dua truk disita, tiga anggota tertang

