Bab 59. Jejak yang Kosong "Aku sudah menyiapkan motor di bawah jembatan, jaga-jaga kalau rencana berantakan," ucap Luca lemas. Dia terduduk di tanah berbatu, wajahnya semakin pucat. Rafael membawa Luca menuju bawah jembatan beton yang berjarak seratus meter dari sana. Benar saja, sebuah motor trail hitam tersembunyi di balik tumpukan sampah plastik. Rafael menyalakan mesinnya, suara mesinnya tertutup oleh kebisingan kota di kejauhan. "Naik, Luca. Kita harus ke dokter gelap dulu." "Gak!" tolak Luca. "Jahit saja lukaku dengan alat seadanya di motor. Kau harus segera ke gubuk itu. Jika orang-orang Jonathan sampai di sana lebih dulu, Vania tamat." Rafael ragu melihat kondisi temannya. Namun Luca benar. Waktu adalah segalanya sekarang. Dengan tangan gemetar, Rafael mengambil kotak P3K dar

