Bab 48. Luca Menembak Elara “JANGAN!” Suara tembakan mengguncang ruangan kosong itu. Namun peluru itu tidak mengenai Elara. Di detik terakhir, tubuh Rafael bergerak. Bukan melompat ke samping, melainkan maju ke depan, tangannya menyambar lengan Luca dan mendorongnya ke atas. Peluru itu melesat ke langit-langit tinggi, memecahkan kaca lampu gantung yang sudah berdebu. Serpihan kristal berhamburan seperti hujan berbahaya. "BOS!" teriak Luca, syok. Ia berusaha melepaskan diri, namun cengkeraman Rafael seperti besi. "Tidak," gumam Rafael, suaranya rendah namun penuh getaran amarah yang tertahan. "Aku bilang jangan!” Mata Luca membelalak, tidak percaya. "Dia hampir membunuh kita semua! Bukti sudah di depan mata!" "Bukti itu bisa ditafsirkan banyak cara!" bentak Rafael, akhirnya melepask

