Dalam tidurnya yang gelisah, Leonard kembali disergap mimpi buruk. Kali ini, mimpinya terasa jauh lebih nyata dan menyakitkan. Dalam mimpi itu, ia melihat Vivian berdiri jauh darinya, mengenakan pakaian putih lusuh yang ditiup angin. Wajahnya penuh luka, matanya basah menatap Leonard dengan kecewa. Di tangannya, Vivian menggenggam liontin yang pernah ia berikan—lalu perlahan melepaskannya, menjatuhkannya ke tanah, dan pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Leonard berlari mengejarnya, namun tanah di bawah kakinya berubah menjadi lumpur yang menyeret langkahnya. Suara Vivian menggema dalam kepalanya, “Aku bukan Karen. Dan kamu telah merenggut segalanya dariku.” Ia terbangun dengan napas memburu, tubuhnya berkeringat dingin, jantungnya berdegup liar. Ia menatap langit-langit gelap kamarnya

