Eps. 62 Leonard Kenapa?

1318 Kata

Pagi itu, suara tawa dan celoteh empat anak Leonard mengisi ruang makan seperti biasa. Mereka berebut tempat duduk, bercanda soal isi bekal, bahkan saling menyuapi makanan kecil yang disiapkan Vivian. Namun di tengah suasana yang ramai itu, Vivian justru tampak gelisah. Duduk di ujung meja, tangannya sibuk menuangkan su-su dan membagikan potongan roti, tapi pandangannya berkali-kali mengarah ke lorong. Lorong itu seharusnya menjadi tempat Leonard muncul, biasanya setelah keluar dari kamar atau hendak ke kamar mandi. Namun pagi ini, lorong itu sunyi. Tak ada langkah kaki, tak ada suara pintu dibuka. Vivian mencoba menyembunyikan keresahannya dari anak-anak. Tapi setiap menit berlalu, dadanya semakin berat. Ada firasat tak enak yang menyelinap pelan, membuat hatinya tak tenang. 'Apakah L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN