Keempat anak itu—Kelvin, Maya, Keira, dan Elan—duduk berdempetan di ujung meja makan. Suara mereka mengecil, saling berbisik seperti sedang merancang misi rahasia. “Aku rasa Papa dan Kak Vivian masih aneh,” bisik Maya. “Bener, mereka kayak mau ngomong tapi kayak takut. Gimana kalau kita bantuin?” sahut Elan, penuh semangat. “Apa kita kunciin mereka di dapur?” ujar Kelvin iseng. “Kelvin! Jangan keterlaluan,” tegur Maya meski tertawa pelan. “Aku tahu!” Keira bertepuk tangan kecil. “Kita pura-pura bilang mau makan malam spesial dan semua harus ikut bantu masak...tapi nanti, kita semua kabur ke kamar dan tinggalin Ayah sama Kak Vivian berdua!” “Brilian!” seru Elang pelan, memberikan tos ke Keira. Mereka pun mengangguk penuh semangat, menyusun langkah demi langkah dengan kekompakan dan h

