“Tolong bungkus ini semua,” ucap Leona di kasir dengan membawa barang yang sudah diambilnya. Kasir memproses pesanan Leonard. Pria itu kemudian berjalan pelan keluar dari toko dan masuk ke mobil. Leonard duduk diam di kursinya. Hening. Tangannya memegang tas berisi hadiah untuk Vivian—syal rajut, teh herbal, lilin aromaterapi. Di sampingnya ada jurnal berwarna krem lembut dan sebuah pena yang ia pilih sendiri. Dia membuka lembar pertama jurnal itu, menatap kosong halaman kosongnya, lalu menggenggam erat pena itu. Dia kemudian menuliskan perasaannya di sana karena terlalu berat baginya untuk berkata secara langsung, lebih tepatnya sulit mengutarakan maksudnya, terlebih bila harus bertatap muka secara langsung dengan Vivian. Mungkin semua kata hanya ingin dia ungkapkan tak akan keluar sec

