Di dalam mobil, mereka kebanyakan diam. Hanya Gilang yang beberapa kali bertanya soal perkembangan kafe. Tidak ada pertanyaan soal kehidupan pribadi, satu hal yang Zahra takutkan. Walaupun Gilang tahu mengenai pernikahan dan perceraiannya, namun dia tidak bertanya lebih jauh. Sikapnya itu membuat Zahra lebih tenang. Dia belum siap berbagi dengan orang lain, termasuk Gilang. Zahra menatap keluar jendela, mendengar Gilang berbicara soal kemungkinan mengembangkan area depan kafe. Lampu jalan melintas satu per satu, seperti detik yang berjalan cepat. "Tadi saat nunggu kamu keluar, aku udah bikin gambar kasarnya. Itu bisa dimaksimalkan jadi area outdoor yang nyaman. Cukup luas, bisa naruh enam meja. Sore-sore pemandangannya keren," Zahra tentu saja tertarik, hanya saja dananya belum cukup

