Bab 14

1701 Kata

Miranda kembali ke meja. “Oke, lanjut. Kalian mau pesan apa? Serius, makanannya di sini enak. Worth it.” “Aku rekomendasiin kentang keju panggangnya,” timpal seorang teman yang sudah pernah berkunjung. “Dan kopinya—gila, bikin nagih.” Pesanan mengalir. Zahra mengantarkannya sendiri, berusaha menjaga jarak yang aman. “Silakan,” ucapnya singkat. “Terima kasih, Za,” Miranda menimpali hangat. Lagi-lagi, Zahra hanya mengangguk kecil. Obrolan berlanjut, ringan, lalu mengarah ke topik yang lebih berat. Salah satu dari mereka—Nada—meletakkan sendoknya, menatap sekeliling seolah memastikan tak ada yang mendengar. “Kalian dengar soal Dian?” katanya. Miranda mengangkat alis. “Yang kemarin pindah divisi?” “Iya. Cerai,” jawab Nada pelan. “Katanya si Dian terlalu sibuk kerja. Suaminya kesepian, l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN