Bab 29

2015 Kata

Pagi itu rumah Arvin dan Miranda masih diselimuti cahaya lembut. Sinar matahari masuk lewat jendela dapur, memantul di meja makan yang rapi, seolah ikut mencerahkan suasana sarapan pasangan muda itu. Miranda sudah duduk lebih dulu. Rambutnya disanggul sederhana, wajahnya segar setelah semalam menjalani terapi kecantikan. Di hadapannya ada piring berisi omelet keju dan roti panggang, juga secangkir kopi yang masih mengepul. Ia tampak tenang, bahkan nyaris ceria, seolah pagi adalah kesempatan baru untuk memperbaiki sesuatu. Arvin turun beberapa menit kemudian. Setelan kerjanya disetrika rapi, jam tangan sudah melingkar di pergelangan. Penampilannya sempurna, seorang pengacara muda yang sedang berada di posisi puncak. Ia berhenti sejenak di ambang pintu dapur, menatap istrinya sejenak. “Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN