Bab 30

1862 Kata

Bisikannya membuat dunia Zahra seperti berhenti. “Mas—” Nafasnya tercekat. “Sekarang?” “Sekarang,” Arvin mengangguk. Tangannya mengusap punggung Zahra, menenangkan. “Aku sudah menyiapkan semuanya. Kamu aman. Percaya sama aku.” Zahra panik. Banyak pertanyaan membanjiri pikirannya. Tapi sebelum satu pun keluar, pintu terbuka lebih lebar. Seorang wanita paruh baya berwajah ramah melangkah mendekat. Senyumnya hangat, matanya berkaca-kaca saat menatap Zahra. “Assalamualaikum,” “Waalaikumsalam. Kamu pasti Zahra.” Balas wanita itu lembut. “Iya, Bu,” Zahra menjawab lirih. Wanita itu menggenggam tangan Zahra dengan hangat, seolah mengenalnya sejak lama. “Saya ibunya Arvin. Panggil Ibu saja.” Di belakangnya, seorang pria berdiri—posturnya tegap, garis wajahnya mirip Arvin. Tatapannya tenang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN