Bab 24

1811 Kata

Miranda menutup laptopnya perlahan setelah layar Zoom menghilang. Senyum puas masih tertinggal di wajahnya. Klien dari Sorong barusan menyetujui konsep desain yang ia ajukan—modern tropis dengan sentuhan lokal. Nilai kontraknya tidak kecil, malah cenderung fantastis. “Fix ya, Bu Miranda. Kita lanjut ke tahap detailnya di sini. Kami tunggu kedatangannya, Bu,” suara klien tadi masih terngiang di kepalanya. Miranda bersandar di kursi, menarik napas lega. Proyek dari wilayah timur Indonesia akhir-akhir ini seperti tidak ada habisnya. Satu selesai, datang lagi yang lain. Kariernya benar-benar sedang di puncak. Tok tok. Pintu diketuk pelan, lalu sekretarisnya masuk membawa tablet dan map tipis. “Selamat, Bu. Klien Sorong barusan kirim email konfirmasi. Kontraknya akan dikirim hari ini.” Mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN