"Istirahat dulu Ev, jangan sampai Ai sadar lo yang drop." Rayn menepuk bahu sahabatnya itu. Tak lama Kevin dan Ramaditya datang. Evra pandangi Papanya itu dan seketika menyadari ada sesuatu yang terjadi. "Ada apa?" tanya Evra. Ramaditya pandangi Kevin dan Rayn bergantian. Pria tua itu menghembuskan napas pelan. Tepat atau tidak, Ramaditya merasa ia tetap perlu memberitahu Evra apa yang terjadi. "Soal kecelakaan Ai.." seketika Evra bereaksi. Ia langsung berdiri tegak. "Kenapa?" Kevin menunjukkan ponselnya pada Evra. Pria itu menerima ponsel yang Kevin berikan. Lalu dengan ekspresi sangat serius ia menonton video yang diputar. Tubuh Evra menegang seketika. Evra menggenggam kuat ponsel di tangannya dan kemarahannya tak bisa lagi ditahan. "Berani-beraninya dia!" Ucap Evra dingin. Geraham

