Setelah sarapan selesai dan udara mulai terasa sedikit hangat, Kinan dan Bagas kembali masuk ke kamar. Pelayan hotel sudah datang beberapa menit sebelumnya untuk merapikan meja dan menyingkirkan piring-piring kosong. Kini kamar mereka tampak rapi dan wangi lagi, dengan aroma bunga segar yang lembut memenuhi udara. Kinan berjalan ke arah tempat tidur besar itu, menyentuh sprei putih yang terasa sejuk di ujung jarinya. "Mas, kasurnya empuk banget, ya," katanya sambil menekan permukaannya perlahan. Bagas tertawa kecil. “Coba aja rebahan. Aku yakin kamu langsung gak mau bangun.” Kinan pun menuruti ucapannya. Ia membaringkan tubuh di atas kasur, lalu memejamkan mata sebentar. "Ya ampun, Mas. Ini enak banget … kayak tidur di awan." Bagas ikut berbaring di sebelahnya, mengambil remote telev

