Begitu suara pintu tertutup di belakang mereka, suasana kamar terasa semakin tenang. Hanya suara lembut AC dan desiran angin dari luar jendela yang terdengar samar. Kinan melepaskan sepatu haknya dan berjalan pelan ke arah koper yang diletakkan di sisi tempat tidur. Ia membuka resletingnya, lalu mulai menata isi koper dengan hati-hati. Gaun-gaun hangat, sweater rajut, dan beberapa set pakaian yang ia siapkan khusus untuk perjalanan ini ia gantung di lemari besar berlapis cermin. Sementara itu, Bagas mengambil koper satunya dan menata beberapa jas serta kemeja yang dilipat rapi. "Mas taruh bajunya di kanan aja ya?" tanya Kinan tanpa menoleh. Bagas tersenyum, memperhatikan bagaimana istrinya begitu teliti menata setiap lipatan pakaian. "Boleh. Tapi jangan semua dipakai buat aku ya. Seten

