91

846 Kata

Begitu roda pesawat menyentuh landasan Charles de Gaulle, Kinan menahan napasnya sebentar. Suara gesekan ban pesawat dengan aspal terasa halus, disusul getaran ringan yang membuat perutnya berdebar. Ia menatap Bagas dan tersenyum lega. "Selamat datang di Paris, sayang," ucap Bagas dengan suara hangat sambil menggenggam tangannya. Kinan membalas genggaman itu erat. Matanya menatap ke luar jendela, langit Paris pagi itu berwarna abu muda, sedikit berkabut, tapi tetap menawan. Di kejauhan, terlihat menara-menara kecil kota dan pepohonan musim gugur yang daunnya menguning keemasan. Setelah melewati imigrasi dan mengambil koper, mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar bandara. Udara Paris langsung menyapa, dingin, segar, dan sedikit beraroma roti panggang yang menguar dari kafe-kafe k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN