Menjelang tengah malam, suasana rumah keluarga Kinan mulai sunyi. Para kerabat yang seharian membantu sudah pulang, dan hanya terdengar suara serangga malam di halaman belakang. Dari kamarnya, Kinan masih belum bisa tidur. Ia duduk di depan meja rias, memandangi bayangan dirinya di cermin, wajah yang tampak tegang, sekaligus bahagia. Kebaya putih masih tergantung di sisi kamar, tampak berkilau lembut di bawah lampu temaram. Kinan menghela napas pelan, lalu membuka ponsel. Belum ada pesan baru dari Bagas sejak suara terakhir yang ia kirim dari Semarang dua jam lalu. Biasanya Bagas akan mengabarinya setiap kali berpindah kota. Tapi mungkin sekarang ia sedang tertidur di mobil, pikirnya. Namun, perasaan aneh mulai muncul di dad4 Kinan. Ada rasa gelisah yang tak bisa dijelaskan. Seperti ada

