Sabtu pagi datang dengan udara segar dan langit biru muda. Mobil-mobil rombongan kantor mulai berangkat menuju Puncak untuk acara gathering tahunan perusahaan selama dua hari satu malam yang sudah lama direncanakan HR. Kinan duduk di bangku tengah minibus bersama beberapa rekan kerjanya. Di barisan depan, Bagas duduk bersama manajer divisi lain, tapi sesekali matanya melirik ke belakang, tepat ke arah Kinan yang tampak sibuk mengobrol dengan Risa. Ia tidak menunjukkan ekspresi apa pun, tapi senyum kecil di sudut bibirnya tak bisa disembunyikan. "Eh, Kin, katanya villa-nya keren banget, ada kolam air hangat segala," celetuk Risa sambil membuka brochure villa yang dikirim panitia. "Wah, kayaknya seru, ya. Tapi semoga gak dingin banget," jawab Kinan, merapatkan jaketnya. Begitu rombongan

