Dua Hari Sebelum Keberangkatan, Kinan berdiri di depan lemari besar yang sudah terbuka lebar. Di lantai, koper besar berwarna krem tergeletak separuh terbuka, penuh dengan tumpukan pakaian, jaket tebal, dan perlengkapan kecil yang ia masukkan dengan hati-hati. Ia baru saja melipat dress biru lembut yang akan ia pakai saat makan malam di Paris nanti ketika ponselnya berbunyi. Nama Bagas muncul di layar. Kebetulan malam itu, Bagas masih berada di Kantor karena habis melakukan pertemuan terakhir dengan kliennya. "Kamu udah mulai packing?" "Udah, tapi kayaknya baju yang aku bawa kebanyakan." "Biar aja. Aku juga siapin koper satu buat kamu kemarin." "Serius, Mas?" "Iya. Aku gak mau kamu repot. Kamu tinggal nikmatin aja perjalanan kita." Kinan tersenyum tanpa sadar. Sederhana, tapi perhat

