Swiss yang Membara

1949 Kata

Rania berdiri di dapur kecil villa itu dengan rambut digelung seadanya dan sweater abu-abu panjang yang menutupi paha. Wajahnya segar, meski masih tampak bekas lelah malam sebelumnya. Ia tengah menuangkan adonan ke atas pan datar, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil pancake yang tampak mengembang perlahan. “Pagi,” ucap Prabu sambil berjalan mendekat. “Pagi, Mas.” Rania menoleh dan tersenyum. “Daisy udah dibawa Lulu ke rumahnya. Katanya biar aku bisa istirahat dan... ya, punya waktu berduaan sama Mas. Daisynya juga yang mau, Lulu mau kenalin dia ke cucunya.” Prabu mengangguk pelan, menyimpan keterkejutannya dengan tenang. “Tumben kamu ngebolehin.” “Kan aku lagi baik.” Rania mencubit pipinya sendiri dengan bangga, lalu menunjuk daftar bahan yang tertempel di kulkas. “Mas, nanti beli in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN