Hari demi hari berlalu, Rania kembali ke setelan awal hidupnya. Seorang pemilik Ruang Rasa yang sibuk dengan inovasi menu dan urusan pelanggan, sekaligus istri dan ibu yang mulai terbiasa mengatur ritme rumah tangga. Pagi-pagi, aroma roti panggang dan telur orak-arik menguar dari dapur apartemen, bercampur dengan wangi kopi segar. Seperti biasa, Rania memulai harinya dengan memantau sarapan sambil menyusun daftar bahan yang akan dibeli sore nanti. Ia memberi isyarat pada Mbak Santi—pelayan rumah tangga mereka—untuk mulai menumis jamur dan memanaskan s**u almond. Saat rasa dan aromanya sudah nyaris sempurna, Rania menyerahkan spatula. "Lanjutkan ya, Mbak. Aku ke kamar Daisy dulu." Langkahnya ringan menuju kamar si kecil. Di sana, pengasuh Daisy—Luri—sedang membujuk lembut bocah lima tahun