ga.” “Aaaaa… bunaaaa….” Tapi Rania sudah lebih dulu menengahi, mencium pipi Daisy berkali-kali. “Gak usah debat sama anak lima tahun. Malam ini Bunda milik Sissy, titik.” Prabu bersandar ke sandaran kursi, mengangkat tangan seolah menyerah. “Baiklah… satu malam tanpa pelukan istri sendiri. Hidup memang penuh pengorbanan.” Rania menoleh dengan tatapan menggoda dan berbisik pelan, “Cuma semalam, Mas, lagian kalau malam ini sama kamu kayaknya gak bisa soalnya Vag... eh… punyaku…. Itu…. aku udah perih...” Prabu langsung terbatuk. “Rania...” “Lho emang iya, kan kamu lihat seRania tidak tahu kapan Prabu akan berhenti. Yang jelas, bahkan kini mereka sudah pindah ke kamar dari kamar mandi. Dengan tubuh yang masih basah, tubuh Rania terhempas ke atas ranjang. Tentu saja terlentang, tidak ber