Beberapa saat kemudian .... Seorang wanita masuk dengan langkah meliuk. Senyumnya menggoda. Gaun tipis membalut tubuh indah sosok itu. Baskara menyeringai. Ia masuk ke kamar mandi. Menarik paksa Senja, kemudian didudukkan ke kursi rias. Pria tersebut meraih borgol, kemudian mengunci kedua pergelangan Senja. Rantai berat itu membebat tubuhnya, sampai ke kaki. Senja berusaha menahan rasa takutnya, meski semua terasa mencekam. Tubuhnya remuk redam. Hatinya patah, lagi. Ia memang tidak memiliki perasaan dengan pria tersebut. Namun, untuk menerima hal kejam seperti ini, rasanya Senja tak mampu. Perempuan yang sudah berwajah pucat itu hanya terisak. Suara tangisan yang semula mengeluarkan rintihan telah habis di dalam kamar mandi. Baskara benci tangisan Senja. Suara itu seperti sebu

