Deg! Deg! Deg! Jantung Senja seperti ingin lepas dari tempatnya. Elang benar-benar nekat. Pria tersebut sudah tidak waras, mungkin. Rupanya, keputusan untuk mengaktifkan satu ponsel lamanya bukanlah keputusan yang bagus. Namun, ia terpaksa menggunakannya setelah ponsel yang biasa dipakai dirusak oleh Baskara tadi malam. “Pesan dari siapa?” Baskara bertanya. Entah sejak kapan, pria itu sudah ada di belakangnya. Senja langsung menyimpan ponselnya. Ia mengambil ayam yang sudah dimarinasi dan beberapa sayur mentah sebagai lalapan. Perempuan tersebut berdiri, berusaha menampilkan senyum tipis di bibirnya yang kering. “Dari Bening, Mas.” Baskara berkacak pinggang. Ia berusaha mencari kebohongan di wajah istrinya. Setelah cukup lama memperhatikan, pria tersebut akhirnya menghela napa

