Senja menoleh cepat ke belakang. Elang. Pria itu datang tanpa diduga. Entah bagaimana cara mantan suaminya masuk. Beruntung pula ketika Baskara tidak lagi di sana. Suaminya langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kamar setelah makan malam selesai. Tangan Senja berusaha melepas pelukan di pinggangnya. Sebisa mungkin ia tidak mengeluarkan suara keras demi menjaga diri dari Baskara yang bisa saja mendengar. Tapi, sungguh. Hatinya berisik. Ingin ia berteriak dan memaki Elang. Keinginan itu nyatanya harus Senja tahan demi kebaikan dirinya sendiri. Cukup lama memberontak, pelukan itu akhirnya terlepas. Namun, Elang tidak berhenti begitu saja. Pria tersebut menarik Senja dan membawanya masuk ke gudang yang ada di belakang rumah Baskara. “Kenapa Kak Elang terus ganggu aku, sih?!” “Ka

