Bagus menatap Tika yang nampak senang dan bahagia. Wajahnya yang cantik terlihat berbinar dan sangat riang. Wajah lelah setelah beberapa jam berada di atas pesawat dengan tubuh lemas karena terus menerus merasa mual dan beberapa kali harus memuntahkan isi perutnya. "Selamat ulang tahun Mas Bagus," ucap Cantika sambil berjalan menghampiri Bagus dan memeluk lelaki tampan yang sudah beberapa tahun ini menjadi suaminya. Cantika menciumi pipi dan seluruh wajah Bagus hingga bibir tebal lelaki tampan itu dengan penuh cinta. Cantika benar benar bahagia bisa memiliki Bagus seutuhnya. Perjalanan cintanya yang tak mudah pun berhasil mereka jalani hingga mereka bisa menikah dan kini menunggu datangnya buah hati walaupun bukan lagi dari rahimnya. Tangan Bagus mengulur dan mengusap lembut wajah Canti

