17

645 Kata

Pagi ini, Bagus dan Cantika sudah bersiap menunggu Raka di lobby. Sudah setengah jam lamanya dari waktu yang sudah di tentukan, tapi Raka tak kunjung turun dari lantai atas. Berulang kali Bagus menatap jam tangan yang ada petgelangan tangannya. Bagus mulai panik dan cemas. "Kok belum turun sih, Rakanya?" ucap Bagus pelan pada dirinya sendiri. Cantika sibuk dengan ponselnya. Ia ingin bertemu dengan beverapa temannya yang juga ada di negara ini. Cantika melirik ke arah Bagus yang mulai resah karena hari sudah makin siang untuk ke rumah sakit. "Coba di telepon dong Mas," titah Cantika. "Sudah sayang. Tapi kok gak di angkat. Chat Mas juga belum di baca. Kamu tunggu di sini ya? Biar Mas ke atas," titah Bagus pelan "Baiklah. Cantika tunggu di sini," jawab Cantika pelan. Bagus segera na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN