26

702 Kata

Tubuh Sonya sudah berada di atas meja operasi dan perutnya akan di sayat untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalamnya. Tekanan darahnya mendadak naik dan sangat tinggi sekali. Kebetulan Sonya hanya di bius setengah saja. Matanya, otaknya dan dadanya masih bisa di gerakkan dan telinganya masib sanggup mendengar jelas suara dari kejauhan sekali pun. Bagus dan Cantika masuk ke dekat kamar operasi. Sayup -sayup terdengar suara Bagus dan Cantika sedang berbincang serius dengan dokter yang menanganinya. "Kalian mau pilih Ibunya atau banyinya," tanya dokter itu serius. Karena tidak memungkinkan menyelamatkan keduanya. Harus salah satunya. "Ibunya. Selamatkan ibunya," titah Cantika dengan suara keras dan lantang. Dari kejauhan Raka pun mendengarnya. Apapun pilihan Cantika itu adalah pilihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN