25

634 Kata
Dua bulan kemudian ... Tubuh Cantika semakin berat karena badannya sudah naik drastis beberapa kilogram karena perrumbuhan hanin dan juga asupan makanan yang berlebihan. Cantika selalu memaksa banyak makan seperti yang di sarankan oleh Bagus. Tidak usah memikirkan cantik dan body karena kesehatan bayi di dalam kandungannya itu lebih penting. "Sayang ... mau jalan pagi gak?" ajak Bagus pada Cantika yang masih tertidur pulas. Setiap pagi, Bagus akan membangunkan kekasih halalnya itu dengan kecupa dan ciuman basah di sekitar pipi gembilnya. Cantika selama hamil malah semakin cantik dan mempesona. Tubuhnya makin berisi dan sedikit gemoy di beberapa bagian lekuk tubuhnya yang mulai menghilang karena tumpukan lemak mulai mengisi setiap lekukan itu. "Eunghhh ... Mas ...." ucap Cantika sambil memeluk kepala Bagus. Awalnya ia risih makin kesini hal itu menjadi candu dan rasa geli di pagi hari membuat mood paginya bersemangat. "Yuk jalan pagi. Biar sehat," titah Bagus menyemangati. "Tapi pulangnya makan bubur empal ya di ujung jalan," cicit Cantika mulai manja. "Iya ... Tiga mangkok apa empat mangkok?" goda Bagus pada Cantika. Cantika langsung membuka kedua matanya. "Banyak amat. Satu aja tapi satenya yang banyak," ucap Cantika serius. "Kan anak kita tiga, sayang," goda Bagus pelan. "Konsepnya gak gitu Mas. Dokter sudah suruh aku ngurangin makan manis biar gak over badannya," cicit Cantika sendu. Nafsu makannya kini menggila sejak usia kandungannya ikut membesar. Perutnya terasa lapar terrus dan bibirnya gatal jika tidak mengunyah. "Konsepnya gimana? Mau di tuain dulu nih?" goda Bagus. Cantika langsung mengerucutkan bibirnya ke depan. "Baru tadi malam kan Mas. Masa mau minta jatah lagi?" ucap Cantika pelan. "Kalau Mas pengen. Masa kamu mau nolak?" tanya Bagus menelisik ke arah mata indah Cantika. "Hemm ... Memang Mas pengen?" tanya Cantika yang menanggapi serius. Bagus mengulum senyum. Ia tahu istri cantiknya itu tak mungkin menolak keinginannya. "Kalau pengen, bisa? Boleh? Harus ijin gak sama triplet love?" goda Bagus terkekeh sendiri. "Haruslah. Tanya baik -baik dulu buar gak marah dan siap menerima Ayahnya masuk ke dalam," tawa Cantika langsung pecah. "Hemmm ... Kamu sekarang pintar menggoda Mas. Mas kelitikin lho," goda Bagus makin senang membuat Cantika berteriak kegelian. "Arghh ... Mas ... Jangan Mas ... Geli Mas. Ampun," cekikik Cantika yang terus menggeliat merasa kegelian. "Gak ada ampun. Sukanya godain Mas sih," ucap Bagus tertawa lepas dan bahagia. Setiap pagi itulah kemesraan kecil yang mereka tunjukkan pada keduanya satu sama lain. Skip ... Raka sudah berlari di selasar rumah sakit. Tubuhnya memang lemah tapi ia tiba -tiba saja memiliki kekuatan lebih untuk berlari dan menemani Sonya yang akan melahirkan secara sesar dari kejauhan. Bagus dan Cantika juga datang agak terlambat. Biasa ibu hamil labil itu agak manja dan banyak permintaan. Selama ini hubungan Cantika dan Sonya sangat baik saat berkomunikasi. Sonya memjnta maaf pada Cantika karena tidak bisa memberikan anak itu pada Cantika. Oanakan mengurus anaknya sendiri. Kalau Cantika menginginkan, Sonya minta untuk di nikahi dan di jadikan istri kedua. Tentu saja permintaan Sonya hanya gertakan saja. Sonya tidak mungkin memberikan bayinya yang terkena virus untuk di berikan pada Cantika. Satu hal yang membuat Sonya masih tak percaya adalah Bagus. Bagus sama sekali terlihat sehat dan tidak sakit. Apakah Bagus tidak tertular virus itu? Sonya pun tidak pernah tahu, kalau Cantika sedang mengandung juga. Bagus melarang Cantika untuk memberitahu dan bertemu dengan Sonya. Sejauh ini, Bagus selalu memberikan masukan baik pada Cantika. Bagus selalu bilang untuk sabar. Kalau memang Sonya tidak ingin memberikan bayi itu ya sudah. Toh, Cantika akan memiliki tiga anak sekaligus. Tapi, Cantika bersikeras untuk mengambil anak itu dari Sonya. Biar bagaimana pun, Cantika merasa anak itu adalah darah daging Bagus. Jadi, anak itu tetap milik Bagus. Sesuai dengan perjanjian dan pelunasan uang kepada Sonya. Cantika sudah tidak punya kewajiban apa- apa lagi selain mengurus dan merawat bayi itu jika lahir. Kewajiban Sonya adalah memberikan buah hati itu pada Cantika.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN