Dua bulan kemudian ... Tubuh Cantika semakin berat karena badannya sudah naik drastis beberapa kilogram karena perrumbuhan hanin dan juga asupan makanan yang berlebihan. Cantika selalu memaksa banyak makan seperti yang di sarankan oleh Bagus. Tidak usah memikirkan cantik dan body karena kesehatan bayi di dalam kandungannya itu lebih penting. "Sayang ... mau jalan pagi gak?" ajak Bagus pada Cantika yang masih tertidur pulas. Setiap pagi, Bagus akan membangunkan kekasih halalnya itu dengan kecupa dan ciuman basah di sekitar pipi gembilnya. Cantika selama hamil malah semakin cantik dan mempesona. Tubuhnya makin berisi dan sedikit gemoy di beberapa bagian lekuk tubuhnya yang mulai menghilang karena tumpukan lemak mulai mengisi setiap lekukan itu. "Eunghhh ... Mas ...." ucap Cantika sambil

