Gemericik air terdengar di luar sana. Bandung terguyur gerimis dari sore tadi, entah kenapa sampai malam hari ini belum juga berhenti. Zita berusaha memejamkan matanya, tapi tetap saja tidak bisa. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul satu malam. Perasaan gelisah terus saja melandanya. Perlahan Zita melirik ke arah Rio yang tidur memunggunginya. Sesudah kejadian perdebatan masalah foto malam itu membuat Rio menjadi berubah kepada Zita. Lagi-lagi Zita hanya bisa menghela napas saat Rio berubah menjadi dingin. "Kapan kamu hangat lagi seperti saat dulu sebelum hal kemarin terjadi, Kak?" tanya Zita lirih. Zita memiringkan tubuhnya menghadap punggung Rio. "Heuh..." Zita mengembuskan napasnya kasar. Pasrah dengan keadaan. Zita kembali memejamkan matanya, berharap kantuk akan melanda. "Aku rin

