64. Kembali Menjadi Kutub

1842 Kata

Rio keluar dari mobilnya setelah selesai memarkirkannya di tempat parkiran yang selalu dia gunakan. "Weis... Bro, kusut amat itu muka. Enggak dapat jatah dari Zita ya semalam?" goda Ikbal sambil merangkul bahu Rio. "Apa sih lo, Bal. Tumben lo pagi-pagi ke kampus?" Rio menaikkan sebelah alisnya ke atas heran dengan keberadaan Ikbal di kampus yang sepagi ini. "Sinah ada kelas pagi." jawab Ikbal memberitahu alasan dirinya berada di kampus pagi hari. "Oh..." Rio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham. "Enggak asik lo, kenapa sih badmood begitu? Zita enggak mau lo belai atau kenapa?" Ikbal sungguh penasaran dengan sikap Rio akhir-akhir ini. Lebih suka diam dan sedikit bicara. Bahkan Rio jarang tersenyum. "Iya, Zita lagi enggak mau gue belai. Kenapa? Lo mau gue belai?" Rio menatap Ikba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN