Zita menghela napas panjang saat melihat Rio sibuk bermain game dalam ponselnya. Wanita berbadan dua itu berjalan memasuki kamar kemudian mengunci pintu seperti biasa. Langkah kakinya semakin mendekat ke ranjang. "Kak, lagi apa sih?" Zita duduk di bibir ranjang pas di samping Rio. Rio hanya diam, tidak menjawab atau sekedar merespons. Zita mengusap perut buncitnya, menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya secara perlahan. "Kak Rio enggak kangen sama aku?" Zita memberanikan diri memegang ponsel Rio, mengambilnya perlahan membuat suaminya itu menatapnya tajam. "Balikin." pinta Rio tidak ada manis-manisnya. Rahangnya mengeras menatap Zita yang menurutnya tidak sopan. "Aku kangen loh sama Kak Rio, masa sih Kak Rio enggak kangen." Zita semakin mendekatkan tubuhnya ke Rio. Jujur

