66. Ujung Botol Hijau

1819 Kata

Zita menatap Faisal garang, sudah lama sekali dirinya tidak berantem dengan adiknya itu. Hari ini memang Rio dan Zita mengunjungi keluarga Zita. "Hahaha... Lo jadi jelek tahu enggak, mana itu perut segede bola basket yang suka gue drible lagi wkwkwk..." Faisal sampai memegangi perutnya karena terus menertawakan Zita yang menurutnya lucu. "Diam lo belo, gue kasih ular baru tahu rasa lo." kedua mata Zita melotot ke arah Faisal. Bukannya berhenti tertawa, Faisal malah semakin mengencangkan tawanya. Nafita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka berdua memang selalu seperti itu apabila bersama. Reno sendiri sibuk dengan game dalam ponselnya. Benar-benar ramai apabila di rumah Yudha ada Zita dan Faisal. "Ulfa bagaimana, Ta?" tanya Reno tiba-tiba membuat Zita melupakan kemarahannya kepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN