Bab 10. Bara yang Tersulut

1132 Kata

Bab 10. Bara yang Tersulut "Aku mau Mama usir Reza dari rumah ini, malam ini juga." Alena menoleh perlahan, seperti baru mendengar sesuatu yang tidak masuk akal. Revan berdiri di depan pintu ruang tengah dengan napas memburu, kemeja kusut, dan mata liar yang berusaha ia sembunyikan dengan sikap sok tenang. Hawa gugup di tubuhnya menusuk ruangan seperti bau logam yang muncul saat badai akan datang. “Kenapa tiba-tiba begitu?” Alena memiringkan wajahnya, sorot matanya menembus Revan. Revan mengalihkan pandangan, pura-pura merapikan rambut yang sudah rapi. “Dia itu bukan siapa-siapa, Ma. Mama gak perlu sok baik.” “Reza sakit karena kaget hampir Mama tabrak. Tentu Mama harus tanggung jawab.” Alena berjalan menuju dapur, mengambil segelas air untuk dirinya sendiri. “Kamu bisa bicara baik-ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN