Selly tersenyum melihat pantilan wajahnya di cermin kecil yang berada di tangan. Mengambil lip balm dan mengoleskan di bibir tipisnya. Semangatnya semakin menyala saat mendengar bunyi motor yang berhenti tepat di depan rumahnya. Segera ia memasukkan barang-barangnya ke dalam tas kecil. Menyimpannya di laci meja, lalu meraih tas yang sudah berisi buku dan peralatan kuliah. Senyum lebar kembali menghiasi bibir saat melihat Awan yang sudah duduk di kursi teras rumahnya. “Mau minum dulu?” tawarnya. Awan yang mendongak menatap wajah cerah pacarnya hanya menggeleng saja, lalu beranjak dari duduk. “Ayok. Gue ntar suruh anterin nyokapnya Yuda ke pasar.” Bibir tipis Selly sedikit mengerucut, dia melangkah keluar dan segera mengunci pintu. “Ibuknya Yuda galak nggak?” tanyanya ketika berada di sa